Oleh : Istiyanto, SH
Kasubag Program Dinporaparbud
Pariwisata merupakan salah satu sektor penting yang diharapkan dapat mendatangkan pendapatan asli daerah yang besar, berbagai bentuk kegiatan wisata pendidikan, wisata alam, wisata minat khusus dan wisata budaya merupakan bentuk kegiatan yang banyak diminati oleh wisatawan untuk berkunjung ke sebuah obyek wisata.
Di Kabupaten Pekalongan sebenarnya banyak potensi wisata yang seharusnya dapat bersaing dengan obyek-obyek wisata di Kota atau Kabupaten lain baik di Jawa Tengah atau Provinsi lainnya, salah satunya adalah potensi Obyek Wisata Linggo Asri yang jika dimaksimalkan pengelolaannya tentu akan dapat lebih bermanfaat.
Panorama alami dan udara yang sejuk menjadi ciri khas Obyek Wisata Linggo Asri yang terletak di sebelah selatan Kecamatan Kajen Kabupaten Pekalongan pada ketinggian 600 - 700 m dpl.
Perpaduan potensi alam, pegunungan dan hutan wisata serta kondisi masyarakat yang masih pedesaan menjadi faktor yang menarik untuk di nikmati. Disamping itu, letak yang cukup menguntungkan di tepi jalan penghubung antara Kabupaten Pekalongan dan Banjarnegara sangat memudahkan bagi wisatawan untuk berkunjung.
Obyek wisata alam Pegunungan Linggo Asri Kecamatan Kajen obyek wisata ini merupakan wahana untuk berekreasi, pendidikan, olahraga dan hiburan yang terpadu di kawasan ini pada khususnya dan Kabupaten Pekalongan pada umumnya.
Pada areal Obyek Wisata Linggo Asri terdapat pula hutan alam di hutan hujan yang di sisihkan untuk tujuan konservasi, sehingga Obyek Wisata Linggo Asri memiliki potensi yang besar untuk dilakukan pengembangan kegiatan wisata.
Selain itu diketahui pula bahwa Obyek Wisata Linggo Asri adalah pangsa pasar wisata potensial bagi Kabupaten Pekalongan karena memiliki kondisi geografis yang strategis yang menghubungkan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Banjarnegara.
Atas dasar obrolan pihak kami dengan salah satu pihak pengelola untuk mengembangkan potensi wisata tersebut kami seperti tertantang untuk berperan serta untuk membantu mengembangkan Obyek Wisata Linggo Asri, karena dalam pengembangan usaha wisata tidak hanya diperlukan modal finansial yang tentunya tidak sedikit tetapi juga komitmen kuat untuk maju dari semua lapisan, selain kekayaan alam tentunya, pihak berwenang juga perlu membangun sarana dan prasarana penunjang untuk menarik potensi wisatawan.
Untuk menghindari pembangunan yang tidak efektif dan efisien, maka kami melakukan semacam observasi beberapa jenis kegiatan wisata alam yang cocok untuk Obyek Wisata Linggo Asri ini terhadap pangsa pasar potensial yaitu penduduk Kabupaten Pekalongan dan sekitarnya.
Observasi ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik wisatawan potensial terhadap kegiatan wisata, mengetahui proporsi jumlah wisatawan potensial yang berminat terhadap kegiatan wisata alam di Obyek Wisata Linggo Asri. Observasi ini diharapkan bermanfaat bagi pihak pengelola Obyek Wisata Linggo Asri ke depan.
B. Potensi Wisata yang Dapat dikembangkan
Adapun secara garis besar observasi singkat kami tentang potensi Obyek Wisata Linggo Asri berdasarkan keistimewaan lokasi maupun fasilitas wisata yang ada serta aktifitas wisata yang dapat dikembangkan, adalah sebagai berikut :
1. WISATA ALAM
Dengan jenis aktifitas yang bisa dikembangkan seperti :
• Jungle Trekking / penelusuran hutan,
Kegiatan yang dapat dikembangkan di Obyek Wisata Linggo Asri adalah Trekking, Hiking, Napak Tilas, atau wisata jalan kaki. Wisata petualangan ini tidak memerlukan suatu alat khusus dan dapat dilakukan oleh semua orang.
Hanya saja kegiatan ini dapat optimal diperlukan bantuan seorang pemandu khusus yang berpengalaman dalam penjelajahan dan memiliki pengetahuan luas tentang kehidupan alam dan lingkungan sekitar kita. Berikut ini pilihan wisata trekking dapat digabungkan dengan kegiatan Out Bound lainnya sesuai potensi dan sarana parsarana yang ada di Buper dan obyek wisata linggo asri.
• Wisata pendidikan pengelolaan hutan tanaman industri,
Kegiatan yang dapat dikembangkan di Obyek Wisata Linggo Asri adalah Wisata Pendidikan pengelolaan dan pengolahan hasil hutan atau tanaman industri suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan di dalamnya. Program wisata ini dikemas dalam bentuk belajar menderes getah pinus, karet dan sampai pengolahan hasilnya seperti karet mentah, gondorukem yang merupakan komoditas lokal potensial dengan memanfaatkan fasilitas pabrik yang telah ada sedemikian rupa hingga menjadikan kegiatan wisata tahunan atau kegiatan ekstrakurikuler memiliki kualitas dan berbobot. Materi-materi dalam pemanduan telah disesuaikan dengan bobot siswa dan kurikulum sesuai jenjang pendidikan.
• Wisata pendidikan lingkungan,
Kegiatan yang dapat dikembangkan di Obyek Wisata Linggo Asri adalah Wisata Pendidikan Wisata lingkungan suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan pendidikan didalamnya, seperti penangkaran rusa dan hewan dilindungi lainnya, pengenalan jenis-jenis pohon / tanaman dan cara pembibitan.
Program wisata ini dikemas sedemikian rupa menjadikan kegiatan wisata tahunan atau kegiatan ekstrakurikuler yang bekerja sama dengan pihak Perhutani melalui LMDH agar memiliki kualitas dan bobot. Materi-materi dalam pemanduan telah disesuaikan dengan bobot siswa dan kurikulum sesuai jenjang pendidikan.
2. WISATA KEBUDAYAAN
Dengan jenis aktifitas wisata yang dapat dikembangkan seperti :
• Wisata seni budaya dan hiburan rakyat,
Salah satu kegiatan yang dapat dikembangkan di Obyek Wisata Linggo Asri adalah wisata seni budaya suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan muatan seni budaya didalamnya. Program wisata ini dikemas sedemikian rupa menjadikan kegiatan wisata bulanan atau mingguan diharapkan dapat diisi oleh kegiatan yang menghibur pengunjung seperti parade / exibisi Band anak muda / pelajar, musik dangdut lokal atau kesenian asli daerah Kabupaten Pekalongan.
Hal ini diharapkan dapat membantu optimalisasi penerimaan retribusi dari daya tarik pengunjung ke OW Linggoasri setiap minggunya .
• Wisata Pedesaan,
Diharapkan sebagai kegiatan yang dapat dikembangkan di Obyek Wisata Linggo Asri adalah wisata pedesaan adalah suatu program yang menggabungkan unsur kegiatan wisata dengan kegiatan pedesaan seperti bercocok tanam, panen hasil bumi dan perikanan, membajak sawah, tandur padi, dll. Program wisata ini dikemas sedemikian rupa menjadikan kegiatan wisata harian diharapkan pengunjung lebih memahami kearifan lokal penduduk asli kawasan Obyek Wisata Linggo Asri, sasaran target pengunjung adalah siswa / siswi SD, antara usia 5 s/d 10 tahun, seperti menangkap belut, ikan dikolam bletokan, memandikan kerbau / gajah di sawah atau kolam berlumpur ( si bolang ).
• Lomba – lomba anak – anak.
Tidak kalah menarik ketika kita tawarkan dengan kolaborasi antara seni dan rekreasi dengan acara lomba-lomba mewarnai gambar,/ lomba lukis anak-anak, lomba ketangkasan tradisional, acara Bintang Kecil dll. yang dilaksanakan dengan melibatkan organisasi IGTK, PAUD, KKG diseluruh Kabupaten Pekalongan bahkan dapat dikerjasamakan dengan EO yang dapat menjaring peserta dari luar daerah serta pembiayaan yang dikerjasamakan dengan sponsor.
3. WISATA MINAT KHUSUS
Dengan jenis kegiatan wisata yang dapat dikembangkan seperti :
• Berkemah, Out Bound,
Berkemah dan bermain Out Bound adalah kegiatan olah raga dengan suasana hidup dipedesaan, hal ini umum yang dilakukan pelajar dan kaum muda untuk mengisi waktu luang, maka diharapkan kegiatan satu ini dapat menjadi andalan untuk menarik wisatawan mengunjungi Obyek Wisata Linggo Asri dengan fasilitas yang telah tersedia dengan didampingi instruktur yang terlatih.
• Bersepeda Gunung
Bersepeda Gunung adalah Kegiatan yang sedang populer di kalangan kaum muda sekarang ini dalam mengisi waktu liburan dalam menghilangkan kejenuhan dalam melakukan rutinitas sehari-hari. Akan tetapi aktivitas ini sulit dilakukan sendiri karena itu perlu adanya komunitas yang solid, serta fasilitas pendukung, antara lain pembuatan tracking lintasan dengan jarak yang cukup panjang lebih kurang 5 – 10 km yang meliputi kawasan obyek dan lingkungan wiayah obyek, baik milik masyarakat maupun pemerintah sepanjang ada koordinasi dan tidak merusak lingkungan, pelaksanaannya dibantu oleh pemandu dan bila mungkin melibatkan penduduk sekitar dalam berpartisipasi, maka diharapkan kegiatan ini dapat lebih menarik wisatawan berkunjung ke Obyek Wisata Linggo Asri apabila dilaksanakan dengan pihak – pihak sponsor / EO.
• Penelitian / Observasi :
Perlu dibangun fasilitas khusus untuk kegiatan penlitian berupa miniatur kelaboratoriuman flora fauna yang berfungsi menjadi wisata penelitian yang dibangun secara sederhana dan dapat dijadikan pusat penelitian bagi siswa / siswi di Kabupaten Pekalongan seperti taman kupu-kupu, taman serangga (herbarium ) taman-taman bunga / tanaman obat ; Hal ini dapat dikerjasamakan dengan Perhutani, PTP Perkebunan ataupun Pihak lain yang peduli dengan pendidikan.
4. WISATA KELUARGA
Dengan jenis kegiatan wisata yang dapat di kembangkan seperti :
• Berenang
Dengan kondisi fasilitas yang ada mungkin masih perlu peningkatan sarana dan prasarana kolam renang prestasi menjadi kolam renang wisata, hal ini merupakan salah satu dari banyak aktivitas yang paling diminati pengunjung olah raga sambil berwisata bersama keluarga.
• Memancing
Memancing adalah kegiatan yang sedang populer sekarang ini dalam mengisi waktu luang sebagai penghilang kejenuhan dalam melakukan rutinitas sehari-hari, aktivitas ini juga bisa melibatkan seluruh keluarga, yang perlu dipersiapkan adalah dengan melakukan pembenahan kolam-kolam yang sudah ada lebih optimal dengan dilaksanakan event-event lomba memancing bekerja sama sponsor / EO. Memancing dikolam pemancingan dalam kawasan Obyek Wisata adalah kegiatan yang dikemas dengan menaburkan ikan yang akan dipancing berdasarkan permintaan peminat.
Hal ini dapat dilaksanakan dengan sistem kiloan atau lama waktu memancing dan hasilnya diperhitungkan. Aktivitas ini juga bisa melibatkan seluruh keluraga, maka di harapkan kegiatan ini dapat lebih menarik wisatawan berkunjung ke Obyek Wisata Linggo Asri jika memungkinkan dapat dimasak ditempat.
• Offroad dengan mobil ATV
Offroad ATV mungkin tidak kalah menarik ketika kita tawarkan dengan kesiapan lintasan yang akan dilalui dengan variasi rintangan yang cukup menantang dan dilengkapi sefty / alat pengaman bagi pengendara, maka dapat dikemas menjadi paket wisata keluarga yang menarik dan diminati, kalau mungkin dikembangkan dengan arena lomba / event ketangkasan dengan kendaraan ATV yang dibawa oleh masing-masing peserta dengan katagori yang ditentukan. maka di harapkan kegiatan ini dapat lebih menarik wisatawan berkunjung ke Obyek Wisata Linggo Asri.
Tampilkan postingan dengan label pariwisata kajen. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label pariwisata kajen. Tampilkan semua postingan
Rabu, 26 Oktober 2011
Garis Besar Konsep Pengembangan OW Linggoasri Kab. Pekalongan
Label:
branding baru pariwisata,
kajen,
linggoasri kajen,
objek wisata linggoasri pekalongan,
pariwisata kabupaten pekalongan,
pariwisata kajen,
pembangunan pariwisata pekalongan
Minggu, 11 April 2010
PERENCANAAN PASAR DAN POTENSI EKOWISATA PETUNGKRIYONO KABUPATEN PEKALONGAN

PERENCANAAN PASAR DAN POTENSI
EKOWISATA PETUNGKRIYONO KABUPATEN PEKALONGAN
A. Pendahuluan
Petungkriyono merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pekalongan yang berlokasi di lereng Gunung Ragajembangan pada ketinggian 900 – 1600 dpl. Kawasan ini berupa pegunungan yang sejuk dengan beraneka kemolekan dan keindahan alam yang sangat mempesona dan tepat untuk dijadikan tempat wisata.
B. Kondisi Existing Ekowisata Petungkriyono
Dari Kota Kajen sebagai ibukota Kabupaten Pekalongan, Petungkriyono berada di sebelah selatan dengan jarak 30 km dan dapat dicapai dengan kendaraan umum melalui Kecamatan Doro. Lokasi Petungkriyono berada + 40 dari obyek wisata Dataran Tinggi Dieng yang dapat dicapai dari Kota Wonosobo dan Bajarnegara melalui jalur Sibebek-Gumelem atau Kalibening-Simego.
Perbukitan dengan tutupan hutan alam yang menghijau lebat menjadi suguhan utama ketika memasuki Petungkriyono. Di beberapa lokasi seperti di Desa Sokokembang dan Curugmuncar, tampak pula lairan-aliran sungai jernih menyususri lembah serta air terjun yang mencurah dari tebing-tebing perbukitan, yang semakin menambah kemolekan alam kawasan ini. Terdapat tujuh air terjun di Petungkriyono yang sering dikunjungi wisatawan yakni Curug Muncar, Curug Banteng, Curug Lawe, Curug Kedunglumbu dan Curug Sibedug. Petungkriyono meliputi areal seluas 5000 ha dikenal sebagai daerah rimbawan yang masih kaya dengan berbagai macam satwa yang hampir punah seperti elang Jawa, owa, surili, macan tutul dan macan kumbang.
Potensi Ekowisata Petungkriyono yang telah mulai dikembangkan sejak Januari 2006, ternyata hanya berjalan di tempat. Pengelolaan yang diharapkan dapat dilaksanakan dengan baik, ternyata mengalami banyak hambatan. Di samping SDM yang belum siap dari sisi pengetahuan, manajemen, ketrampilan ekowisata dsb, juga ditambah belum nampaknya usaha untuk mempromosikan potensi tersebut kepada pasar yang ada.
Oleh karena itu hal utama yang perlu dilakukan adalah penetapan pola manajemen yang jelas dalam pengelolaanya, promosi yang terarah dan lebih memberdayakan masyarakat yang ada di kawasan ekowisata. Dalam makalah ini akan difokuskan pada promosi untuk mengangkat potensi tersebut menjadi sumber pendapatan, baik bagi daerah Kecamatan Petungkriyono maupun tumbuhnya ekonomi masyarakat sekitar serta pelestarian alam dan konservasi hayati yang ada.
C. Pemasaran Terfokus
Kawasan Ekowisata dikelola bersama masyarakat yang tergabung dalam LMDH bekerja sama dengan Perum Perhutani, Pemda Kabupaten Pekalongan dan LSM KF (Comunity Forestry).
Ekowisata Petungkriyono termasuk jenis wisata minat khusus sehingga pangsa pasar yang dibidik adalah wisatawan tertentu yang memiliki kepekaan pada lingkungan ataupun diharapkan menjadi peka dan cinta pada lingkungan sekitar.
D. Permasalahan
Pada prinsipnya, masalah yang signifikan dalam pengembangan kawasan ini sebagai kawasan ekowisata adalah akses masuk yang relatif susah. Kendaraan yang tersedia tidak begitu mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat karena terbatasnya jumlah kendaraan dan jam operasi. Kondisi yang demikian menyebabkan kurangnya minat masyarakat regional untuk datang berkunjung. Yang pada akhirnya berimbas pada jumlah kunjungan wisata.
Sampai sekarang Kawasan ekowisata masih menghadapi kendala, dimana masyarakat dalam hal ini LMDH belum siap secara manajemen untuk mengelola, sehingga diperlukan bimbingan teknis secara terpadu. Masyarakat kurang terlibat karena ekowisata belum secara riil bermanfaat secara ekonomi, sehingga perlu diupayakan peningkatan kesadaran masyarakat secara berkesinambungan.
Selain itu kendala yang lainnya adalah sarana prasarana pendukung belum representatif. Melihat kondisi dan lokasi yang berjauhan sedang akses masih cukup sulit, sehingga pengunjung yang datang belum dapat menikmati secara nyaman fasilitas yang telah dibangun dalam tahap pertama.
Pemasaran dilakukan dengan promosi obyek wisata baru ke berbagai pihak antara lain bekerjasama dengan Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Pekalongan ke sekolah sejalan dengan program pendidikan lingkungan yang sedang dikembangkan. Sasaran pasar yang akan dikerjakan adalah siswa SD, SLP dan SLA di Wilayah sekitar Kabupaten Pekalongan dengan target utama pada hari-hari libur sekolah.
Dalam jangka panjang, target pasar yang akan dicapai dalam jangka panjang adalah wisatawan asing, dengan metode promosi yang dikembangkan dan pemasaran berupa paket wisata dengan Kantor parbud,Perum Perhutani, Biro Wisata maupun dengan biro perjalanan maupun paket-paket wisata penelitian ke berbagai negara diharapkan jumlah pengunjung meningkat 10% pertahun dari jumlah pengunjung yang ada pada saat ini.
Label:
ekowisata pekalongan,
ekowisata petungkriyono,
pariwisata kajen,
pariwisata pekalongan,
pariwisata petungkriyono,
pemasaran pariwisata,
wisata pekalongan
Langganan:
Postingan (Atom)